Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan dan keberkahan yang telah Allah SWT limpahkan, Pondok Pesantren Daar El-Huda kembali menyelenggarakan Santunan Yatim dan Dhuafa.
Bagi Pondok Pesantren Daar El-Huda, kegiatan ini memiliki makna yang lebih dari sekadar agenda tahunan. Pondok tidak mengadakan perayaan Milad secara khusus dengan berbagai bentuk acara seremonial. Santunan Yatim dan Dhuafa inilah yang menjadi tradisi sekaligus tanda syukur dalam memperingati perjalanan dan bertambahnya usia Pondok Pesantren Daar El-Huda. Sebanyak 100 anak yatim diundang untuk hadir dan menerima santunan dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan bersama keluarga besar pondok.
Setiap tahun, momentum ini menjadi kesempatan bagi keluarga besar pondok untuk berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim dan dhuafa. Di dalamnya terdapat nilai kepedulian, kasih sayang, silaturahmi, dan semangat berbagi yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Momentum santunan ini juga menjadi saat yang tepat untuk mengenang kembali perjuangan dan jasa para muassis (pendiri) Pondok Pesantren Daar El-Huda, yaitu Abah KH. Uding Syamsuddin, Umi Hj. Djubaedah, KH. Ismail, dan Umi Dra. Hj. Muhibah.
Dari tangan, ketulusan, dan perjuangan para muassis inilah Pondok Pesantren Daar El-Huda dirintis. Apa yang dahulu mungkin dimulai dengan penuh kesederhanaan, kini telah tumbuh menjadi sebuah lembaga pendidikan Islam yang terus memberikan manfaat dan menjadi tempat bagi generasi muda untuk menuntut ilmu, belajar tentang kehidupan, serta mendalami nilai-nilai agama.
Perjalanan panjang tersebut tentu tidak terlepas dari pengorbanan, doa, keteguhan, dan keikhlasan para pendiri. Nilai-nilai perjuangan itulah yang hingga kini terus berusaha dijaga dan dilanjutkan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Daar El-Huda.
Waktu telah membawa sebagian dari para muassis menghadap ke hadirat Allah SWT. Abah KH. Uding Syamsuddin, Umi Hj. Djubaedah, dan KH. Ismail telah berpulang, meninggalkan jejak perjuangan dan warisan kebaikan yang insyaallah akan terus mengalir melalui setiap generasi yang tumbuh di Pondok Pesantren Daar El-Huda.
Sementara itu, Umi Dra. Hj. Muhibah menjadi satu-satunya muassis yang masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menyaksikan perjalanan Pondok Pesantren Daar El-Huda hingga saat ini. Kehadiran beliau menjadi bagian penting dari sejarah panjang pondok sekaligus pengingat bagi seluruh keluarga besar Daar El-Huda untuk senantiasa menjaga dan meneruskan amanah perjuangan yang telah dirintis oleh para pendiri.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, keberkahan, dan umur yang penuh manfaat kepada Umi Dra. Hj. Muhibah. Dan semoga Allah SWT menerima seluruh amal perjuangan Abah KH. Uding Syamsuddin, Umi Hj. Djubaedah, dan KH. Ismail, mengampuni segala kekhilafan mereka, melapangkan tempat peristirahatan mereka, serta menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya.
Dalam kegiatan Santunan Yatim dan Dhuafa ini, keluarga besar Pondok Pesantren Daar El-Huda juga mendapatkan tausiyah dan siraman rohani dari Ust. Fauzan Hidayatullah, atau yang akrab disapa Bang Ozan.
Bang Ozan dikenal sebagai Host Program Serambi Islami TVRI dan Narasumber Damai Indonesiaku TV ONE. Kehadiran beliau memberikan nuansa tersendiri dalam kegiatan santunan, khususnya melalui pesan-pesan keislaman yang disampaikan dengan penuh kehangatan dan menyentuh hati.
Melalui tausiyahnya, para hadirin diajak untuk senantiasa menumbuhkan rasa kasih sayang kepada anak yatim, peduli kepada kaum dhuafa, serta menjadikan berbagi sebagai bagian dari kehidupan seorang Muslim.
Santunan kepada anak yatim bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi tentang bagaimana menghadirkan kebahagiaan, menumbuhkan kepedulian, dan mengingatkan kita semua bahwa masih banyak saudara yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Bagi Pondok Pesantren Daar El-Huda, tradisi Santunan Yatim dan Dhuafa adalah bagian dari perjalanan panjang yang tidak sekadar dipertahankan sebagai sebuah rutinitas, tetapi juga menjadi sarana untuk terus menanamkan nilai-nilai kebaikan.
Setiap senyum anak yatim yang hadir, setiap tangan yang menerima santunan, dan setiap doa yang dipanjatkan menjadi bagian dari rasa syukur atas perjalanan Pondok Pesantren Daar El-Huda.
Di usia yang terus bertambah, harapannya bukan sekadar pondok semakin besar, tetapi juga semakin luas manfaatnya bagi masyarakat dan umat. Sebagaimana semangat yang telah diwariskan oleh para muassis, bahwa keberadaan pondok hendaknya senantiasa menjadi sumber ilmu, dakwah, pendidikan, dan kebermanfaatan.
Semoga tradisi baik ini senantiasa dapat dipertahankan dari generasi ke generasi. Semoga setiap pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.
Dan semoga Pondok Pesantren Daar El-Huda senantiasa diberikan keberkahan, kekuatan, serta kemampuan untuk terus melanjutkan perjuangan para muassis dalam mendidik generasi dan memberikan manfaat bagi umat.
Dari perjuangan para muassis, lahirlah sebuah lembaga.
Dari doa dan ketulusan para penerus, perjuangan itu terus berlanjut.
Dari kepedulian kepada yatim dan dhuafa, lahirlah kebahagiaan.
Dan dari rasa syukur, semoga tumbuh keberkahan yang tiada berkesudahan.
Pondok Pesantren Daar El-Huda
Menjaga Amanah, Meneruskan Perjuangan, Menebar Kebermanfaatan.











