Di balik langkah seorang anak menuju pondok pesantren, ada doa orang tua yang tak pernah putus, ada air mata yang disembunyikan, dan ada hati yang harus belajar merelakan.
Bagi seorang anak, mondok adalah langkah untuk belajar hidup mandiri, menuntut ilmu, dan menempa diri. Namun bagi orang tua, melepas anak ke pesantren adalah sebuah perjuangan. Ada rasa rindu yang harus ditahan, ada kekhawatiran yang diserahkan kepada Allah, dan ada keikhlasan untuk mempercayakan buah hati kepada para guru.
Hari-hari ke depan mungkin tidak selalu mudah. Anak akan belajar bangun tanpa dibangunkan orang tua, belajar menghadapi kesulitan tanpa selalu didampingi keluarga, dan belajar bahwa menuntut ilmu membutuhkan kesabaran serta keteguhan hati.
Sementara itu, orang tua akan belajar mencintai dari kejauhan : mendoakan tanpa selalu melihat, merindukan tanpa selalu bertemu, dan menguatkan tanpa selalu bisa memeluk.
Namun percayalah, setiap tetes air mata, setiap rasa rindu, setiap lelah, dan setiap pengorbanan yang dijalani dengan ikhlas, insyaallah menjadi bagian dari perjalanan menuju masa depan yang lebih baik.
Ayah dan Bunda, mungkin hari ini kita sedang belajar berpisah sementara. Tetapi sejatinya, kita sedang bersama-sama mengantarkan anak menuju jalan ilmu, akhlak, dan masa depan yang diridai Allah.
Selamat datang Wali Santri Baru Angkatan ke-20 di keluarga besar Pondok Pesantren Daar El-Huda.
Mari kita berjalan bersama.
Orang tua dengan doa dan keikhlasannya,
santri dengan kesungguhan dan perjuangannya,
serta para guru dengan ilmu dan kasih sayangnya.
Semoga Allah menjaga setiap langkah para santri, menguatkan hati mereka dalam menuntut ilmu, dan membalas setiap pengorbanan ayah dan bunda dengan keberkahan yang tak terhingga.
“Kelak, semoga rindu yang hari ini kita tahan, berubah menjadi haru ketika melihat anak-anak kita pulang membawa ilmu, akhlak, dan keberkahan.” ??
Pondok Pesantren Daar El-Huda
Menuntut Ilmu • Berakhlak • Mengabdi











